Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat! PM2.5 Tembus 116,3 µg/m³, Warga Diminta Waspada

MEDAN, tobagoes.com sumut – Kualitas udara di Kota Medan, Sumatera Utara, dilaporkan masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat mencapai 116,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila terpaksa bepergian. Imbauan ini disampaikan menyusul laporan memburuknya kualitas udara di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Medan, Surya Syahputra, menyampaikan imbauan tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (14/10/2026).

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara terlihat berasap atau menunjukkan kecenderungan memburuk. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, pastikan selalu menggunakan masker perlindungan yang memadai,” ujar Surya.

PM2.5 Medan Capai 116,3, Lampaui Ambang Batas

Berdasarkan data pemantauan BMKG yang dikutip dalam keterangan tersebut, konsentrasi PM2.5 di Kota Medan mencapai 116,3 µg/m³ dan dikategorikan tidak sehat.

Surya menyebutkan, angka tersebut telah melampaui nilai ambang batas baku mutu udara ambien nasional sebesar 55 µg/m³ sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan BMKG yang disebutkan dalam laporan tersebut, kabut asap masih menyelimuti wilayah Sumatera Utara.

BACA JUGA  Kantor DPRD Deli Serdang Didemo 100 Orang Warga

Anak-anak hingga Lansia Diminta Lebih Waspada

Dinkes Medan meminta keluarga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit penyerta lainnya.

Kelompok tersebut disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di dalam rumah ketika kualitas udara memburuk.

Selain menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan mencukupi kebutuhan air putih.

Surya juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul selama kondisi kabut asap berlangsung.

“Apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau keluhan kesehatan lainnya yang memburuk, segera datangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Warga Diminta Hati-hati Berkendara

Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Karena itu, masyarakat yang berkendara diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan serta jarak pandang.

Dinkes Medan turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memperburuk pencemaran udara.

Imbauan ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan sekaligus mendorong masyarakat berperan dalam menjaga kualitas udara(AGS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news