Polda Sumut Periksa Ustaz Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi UINSU

Polda Sumut segera memeriksa seorang ustaz berinisial AHA terkait kasus  dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswa Universitas Negeri Sumatera Utara (UINSU) berinisial NA (18).

Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut akan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mahasiswi tersebut pekan depan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Sumaryono mengatakan, untuk terduga pelaku akan dipanggil 2 pekan lagi.

“Setelah pemeriksaan saksi-saksi dilaksanakan, kami rencanakan melakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk dimintai keterangan,”kata Sumaryono, Kamis (15/5/2025).

Polisi mengungkapkan sudah memeriksa korban dan sejumlah saksi.

Pengakuan korban ke Polisi, ia memang dilecehkan oleh ustaz sekaligus disebut-sebut sebagai asisten dosen di salah satu universitas.

Penyidik juga akan mengambil sampel berkaitan korban yang menyebut dirinya diberi minuman, makanan diduga diberi bius hingga merasa lemas usai mengkonsumsinya.

Sumaryono menyebut, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memeriksa kondisi psikologis korban.

“Masih kita dalami keterangan itu, keterangan dari korban yang mengatakan ada pembiusan terhadap korban. Intinya kita akan mengambil sempel dari barang bukti yang mungkin masih ada, kita akan coba berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Sumut untuk memastikan apakah ada kandungan bius dan lainnya.”

Diketahui, seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan berinisial NA, 18 tahun, diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Terduga pelakunya ialah pria berinisial AHA, yang dikenal sebagai ustaz dan diduga asisten dosen di salah satu kampus di Medan.

Karena tak terima dilecehkan, lantas korban melaporkan AHA ke Polda Sumut dengan nomor LP/B/637/IV/2025/SPKT/Polda Sumut tertanggal 29 April 2025.

Ayah korban, IL, mengatakan, dugaan pelecehan seksual terhadap putrinya berlangsung pada Rabu 9 April lalu.

Anaknya berinisial NA dijemput menggunakan mobil, lalu dipaksa menenggak minuman, makan makanan yang dibeli terduga pelaku, sampai akhirnya dibawa ke kamar hotel di wilayah Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

BACA JUGA  3 Oknum Anggota DPRD Medan Dilaporkan Terkait Dugaan Pemerasan

“Pelaku ini juga dosen yang masuk di UINSU, sebagai dosen pembantu, tapi juga beberapa kampus di Medan ini dia sebagai dosen tetap juga,”kata IL, ayah mahasiswi UINSU yang diduga jadi korban pelecehan seksual, Selasa (29/4/2025).

IL mengungkapkan, kronologi anaknya menjadi korban dugaan pencabulan AHA bermula pada Rabu 9 April, malam kemarin.

Kepada ayahnya, NA yang tinggal di sebuah indekos mengaku dihubungi terduga pelaku secara tiba-tiba.

AHA menelepon, bilang sudah berada di dekat indekos korban dan memintanya keluar. Karena sudah kenal, lantas korban keluar menemui terduga pelaku didalam mobilnya. Disinilah korban dibawa jalan-jalan ke arah Berastagi, atau Jalan Letjen Jamin Ginting.

Sebelum ke hotel, terduga pelaku sempat berhenti membeli ayam goreng beserta nasi, dan minuman kemasan.

Setelah itu, korban disuruh makan dan disuruh minum, minuman yang dibelinya seperti dipaksa menenggak.

Tak lama setelah minum, korban merasa seperti lemas dan terduga pelaku mulai meraba bagian tubuh korban mulai dari dada dan organ intimnya, sepanjang perjalanan.

“Setelah itu minuman itu disuguhkan secara paksa ke anak saya sampai tersedak, dan juga disuapkan makanan yang ada di tangannya ayam goreng dan sebagainya, kalau tak salah. Mungkin selama dalam perjalanan mereka melakukan pelecehan daripada seluruh anggota tubuh anak saya.”

Setibanya di hotel, terduga pelaku turun dari mobil berbicara dengan petugas hotel. Kemudian ia menjemput korban dari dalam mobil dan membawanya masuk ke kamar.

Disinilah terduga pelaku mulai mendekap, menelanjangi pakaian, mencumbu korban yang saat itu mengaku antara sadar dan tidak sadar.

Namun demikian, korban mengaku belum sempat dirudapaksa karena saat itu sedang menstruasi.

“Lanjut ke ke tiga kali, kalau la mungkin tidak halangan, mungkin jadi hubungan badan yang akan dilakukan beliau tersebut. Setelah 3 kali, selanjutnya anak saya dibalikkan posisinya.”

BACA JUGA  Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah Dilaporkan ke Polda Sumut

Masih penurutan IL berdasarkan pengakuan anaknya, kalau korban sempat tertidur dan antara tak sadarkan diri, kemudian terbangun.

Disinilah korban meminta diantarkan pulang ke indekosnya, dan terduga pelaku menurutinya.

Pagi harinya, korban baru sadar kalau dirinya menjadi korban dugaan pencabulan dan merasa trauma.

“paginya dia baru menyadari kok aku jadi sperti ini.”

*Modus Kenalkan Kitab Tentang Agama Islam Jadi Jurus Terduga Pelaku Lecehkan Mahasiswi*

NA mengaku kepada ayahnya kalau dirinya dan terduga pelaku sudah saling mengenal sejak beberapa waktu lalu.

AHA merupakan seorang ustaz di kampung halamannya di Kabupaten Batu Bara, mantan calon anggota legislatif, dan juga asisten dosen di kampusnya.

Bahkan sebelum terjadi pelecehan, keduanya sempat bertemu.

Pertemuan awal sekitar bulan Februari, dan pertemuan kedua disusul dengan makan siang bareng.

Modus di awal, terduga pelaku yang dikenal sebagai ustaz yakni memperkenalkan kitab-kitab terkait agama Islam.

Kemudian pertemuan kedua, saat makan siang, korban merasa tertipu karena diawal merasa makan siang, terduga pelaku akan membawa istrinya.

Ternyata ketika bertemu, terduga pelaku hanya seorang diri.

“Modusnya, memperkenalkan kitab-kitab.”

Setelah melapor ke Polda Sumut, IL berharap predator seksual berkedok pemuka agama ditangkap dan diadili.

Sebab, saat melecehkan anaknya dan ditolak, terduga pelaku sempat mengaku kalau mahasiswi lain banyak yang mau melayani nafsu bejatnya dengan sukarela.

“Mudah-mudahan saja laporan ini juga akan berjalan dengan baik.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news