Anggota DPRD Sumut, Megawati Zebua dijadwalkan akan diperiksa Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Sebelumnya politisi Golkar ini sempat viral cekcok dengan seorang pramugari Wings Air bernama Lidya Cristine (28) di Bandara Gunung Sitoli.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Sumaryono mengatakan, pihaknya mengagendakan pemeriksaan Megawati Zebua pekan depan.
Meski tidak dijelaskan secara rinci hari apa, namun informasi yang didapat, Megawati Zebua akan diperiksa hari Selasa 20 Mei mendatang. Pemeriksaan baru dilakukan setelah penyidik melakukan rangkaian administrasi.
“Untuk anggota dprd ada prosedurnya dan kita akan coba komunikasi, untuk minggu depan kita panggil terlapor,”kata Kombes Sumaryono, Kamis (15/5/2025).
Dalam kasus ini, Megawati Zebua dilaporkan oleh pramugari Wings Air bernama Lidya Cristine ke Polres Nias dugaan penganiayaan dan keselamatan penerbangan.
Belakangan, laporan Lidya ditangani Polda Sumut sejak 22 April kemarin setelah dilakukan gelar perkara bersama.
Kombes Sumaryono mengatakan laporan Lidya masih proses penyelidikan, belum ditingkatkan ke penyidikan. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Dalam waktu dekat, Polisi akan memeriksa petugas yang mengeluarkan hasil visum pramugari.
“Terkait kasus ini kami sampaikan masih dalam tahap lidik dan rencana tindak lanjut yaitu kita akan melakukan pemanggilan terlapor yang mana adalah anggota DPRD provinsi sumut dan untuk kasus ini juga akan kita lakukan pemanggilan terhadap petugas yang mengeluarkan visum.”

Sebelumnya, beredar video viral anggota DPRD Sumut Megawati Zebua ribut dengan seorang pramugari di dalam pesawat. Ia diduga mencekik pramugari.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro melalui keterangannya, Rabu (16/4/2025) menyampaikan klarifikasi penanganan pelanggan Wings Air yang akan mengikuti penerbangan No IW1267 pada 13 April 2025 rute Gunung Sitoli-KNIA.
Berdasar catatan dan pelaporan di lapangan, pelanggan tersebut MZ membawa koper yang telah berlabel bagasi ke kabin.
“Sesuai Standard Operasional Prosedur dan pengaman awak kabin/pramugari maka mengarahkan bagasi diletakkan ke bagian kargo belakang yang akan dibantu petugas darat,” katanya.
“Dalam pendekatan komunikasi yang persuasif justru pelanggan MZ menunjukan sikap tidak kooperatif. Tidak ikuti instruksi awak kabin, berusaha melepas label bagasi, serta melakukan tindak kontak fisik terhadap pramugari,” ujarnya
Dari insiden ini kemudian dilaporkan kepada pilot dan petugas layanan darat untuk proses dan layanan lebih lanjut.
“Saat ini Wings Air sedang menempuh langkah-langkah hukum sebagai komitmen untuk melindungi awak pesawat yang bertugas, serta menciptkan penerbangan yang aman serta profesional,” tegasnya.
Wings Air menegaskan keselamatan dan kenyamanan awak pesawat dan seluruh pelanggan adalah prioritas utama. Untuk itu Wings Air mengimbau seluruh pelanggan mengikuti ketentuan berlaku selama penerbangan.
Anggota DPRD Sumut Megawati pun membeberkan kronologi kejadian versinya soal cekcok antara dirinya dengan pramugari Wings Air yang viral di sosial media.
Ia membantah koper yang viral di video itu adalah miliknya dan kejadian viral bukan permasalahan bagasi miliknya yang jadi permasalahan.
“Saat itu saya hanya mau membantu bapak tua yang tidak ingin bagasinya eh barang atau tasnya di bagasikan. karena dia (bapak tua) akan transit ke Padang,” tuturnya.
Menurutnya, saat itu bapak tua yang dimaksud enggan memasukkan tasnya di bagasi karena menunggu ambil tas di bagasi cukup lama.
“Menunggu bagasi itu satu jam bisa lah dia gak kedapatan pesawat, karena hangus tiketnya makanya saya niat membantu bapak tua itu, tapi pramugari sangat bertahan sekali dengan alasan tas sudah dilabel tidak bisa diletakkan di kabin,” tuturnya.
Mega pun berkali kali membantah soal tasnya yang tidak ingin dibagasikan.
“Bukan, tas saya sudah dibagasikan. Itu tas bapak tua, saya hanya membantu,” jelasnya.
Di sisi lain, soal tudingan ia yang memaksa kopernya untuk ditempatkan di kabin, menurut Megawati juga keliru.
Pasalnya, kata dia, kopernya memang sedianya sudah dilabeli untuk bagasi. Namun, sebelum menaiki pesawat, kopernya ternyata tak diizinkan masuk ke bagasi.
Untuk itu, Megawati Zebua beranggapan bahwa kopernya bisa dibawa ke atas pesawat dan memasuki kabin.
“Tapi karena tak diizinkan saya berpikir ini bisa masuk kabin tapi dihalangi pramugari yang mengatakan ‘Bu, tas ibu sudah dilabel jadi diletakkan di sini (cargo). Biarlah dek saya masukkan ke kabin kan sudah nyampe di atas,” jelas dia.
Atas kejadian cekcok itu Megawati Zebua diturunkan dari pesawat.
“Tapi saya tak diizinkan (untuk mengajak diskusi di pesawat), saya dimintakan dan ditarik ke bawah untuk turun dari pesawat itu,” jelasnya.
Megawati Zebua mengatakan saat itu, ia berangkat dari Bandara Gunung Sitoli menuju Medan. Karena ada tugas dan urusan keluarga
“Tapi karena saya diturunkan, jadi saya berangkat lagi keesokan harinya dan membeli tiket baru,” jelasnya.


